Sensor



 

1. Pendahuluan [kembali]

Ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan utama bagi penghuni kos-kosan, namun proses pengisian tandon secara manual sering menimbulkan masalah seperti terlambat mengisi, tandon meluap, atau suplai air tidak merata ke setiap kamar. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan sebuah sistem yang mampu mengatur aliran air PDAM secara otomatis sehingga tandon selalu terisi pada level yang aman, tanpa perlu intervensi manusia. Sistem pensuplai air PDAM otomatis bekerja dengan memanfaatkan sensor level air, rangkaian kontrol, serta aktuator berupa pompa atau valve otomatis. Ketika air dalam tandon menurun di bawah batas tertentu, sistem akan menyalakan pompa atau membuka valve; sebaliknya, ketika tandon penuh, sistem akan mematikan suplai sehingga tidak terjadi pemborosan air. Selain meningkatkan efisiensi dan kenyamanan penghuni, sistem otomatis ini juga membantu pengelola kos dalam meminimalkan biaya perawatan, mencegah kerusakan fasilitas akibat luapan air, dan memastikan pasokan air tetap stabil sepanjang waktu.

Sistem monitoring dan kontrol aliran air kini banyak digunakan untuk memastikan pompa bekerja dengan aman dan aliran fluida tetap stabil. Pada proyek ini dirancang sebuah sistem pengendali aliran air berbasis STM32F103C8T6 yang memanfaatkan sensor flow YF-S201 untuk mengukur debit air, sensor arus ACS712 untuk memantau kondisi beban pompa, serta modul relay sebagai pengontrol ON/OFF pompa. Data hasil pembacaan sensor ditampilkan pada LCD I2C, sementara buzzer digunakan sebagai alarm ketika terdeteksi gangguan seperti tidak adanya aliran atau arus berlebih.

2. Tujuan [kembali]

1. Menjamin ketersediaan air bersih secara terus-menerus di kos-kosan dengan mengatur pengisian tandon secara otomatis berdasarkan level air yang terukur.

2. Mencegah pemborosan air akibat tandon meluap melalui pemutusan aliran air secara otomatis ketika kapasitas tandon mencapai batas maksimum.

3. Mengurangi kebutuhan pengawasan manual, sehingga pengelola kos tidak perlu memeriksa tandon atau menyalakan pompa/valve secara berkala.

4. Meningkatkan efisiensi penggunaan pompa atau valve dengan pengoperasian yang tepat waktu sesuai kondisi tandon, sehingga umur perangkat lebih panjang.

5. Meningkatkan kenyamanan penghuni kos, karena suplai air tetap stabil dan tidak terganggu ketika kebutuhan air meningkat.

6. Mengoptimalkan manajemen fasilitas kos, dengan sistem yang lebih terstruktur, aman, dan minim risiko kerusakan akibat luapan air.

 3. Alat dan Bahan [kembali]

Alat 

1. Power Suply



Adaptor adalah alat yang berfungsi mengubah dan menyesuaikan sumber listrik agar dapat digunakan oleh suatu perangkat elektronik. Umumnya adaptor mengubah tegangan listrik AC (arus bolak-balik) dari PLN menjadi tegangan DC (arus searah) dengan nilai yang lebih rendah dan aman bagi perangkat.

Bahan:

1. STM32F103C8T6

STM32 Blue Pill adalah board mikrokontroler murah dan populer yang menggunakan mikrokontroler STM32F103C8T6 dari STMicroelectronics. Board ini berbasis ARM Cortex-M3 dan sering digunakan untuk pembelajaran, riset, serta proyek embedded system karena performanya tinggi dengan harga terjangkau.


Spesifikasi Utama

STM32 Blue Pill memiliki spesifikasi sebagai berikut:

  • Mikrokontroler: STM32F103C8T6

  • Arsitektur: ARM Cortex-M3

  • Kecepatan clock: hingga 72 MHz

  • Tegangan kerja: 3,3 V

  • Flash memory: 64 KB (beberapa versi bisa 128 KB)

  • SRAM: 20 KB

  • Jumlah pin I/O: ±37 pin

  • ADC: 12-bit (hingga 16 channel)

  • Timer: Timer 16-bit & advanced timer

  • Komunikasi:

    • UART

    • SPI

    • I2C

    • USB (Full Speed)



2. Sensor Flow Meter
Flow sensor adalah sensor yang digunakan untuk mengukur laju aliran fluida, baik cairan maupun gas, yang mengalir melalui suatu pipa atau saluran. Besaran yang diukur biasanya dinyatakan dalam liter per menit (L/min) atau meter kubik per jam (m³/jam). Flow sensor banyak digunakan pada sistem pengukuran konsumsi air, bahan bakar, gas, dan aplikasi industri lainnya.



    Sensor Flow Meter YF-DN50 bekerja berdasarkan prinsip Hall Effect, yaitu perubahan tegangan yang terjadi ketika sebuah sensor Hall mendeteksi adanya perubahan medan magnet. Di dalam badan flow meter terdapat kincir (rotor) yang memiliki magnet kecil pada salah satu bilahnya. Ketika air mengalir melalui pipa, tekanan fluida mendorong rotor sehingga berputar dengan kecepatan yang sebanding dengan laju aliran air. Setiap putaran rotor menyebabkan magnet melewati sensor Hall di dalam modul, dan setiap kali sensor Hall mendeteksi magnet tersebut, ia akan menghasilkan sinyal pulsa digital. Pulsa inilah yang dihitung oleh mikrokontroler untuk menentukan debit aliran air.

    Output dari sensor adalah sinyal digital berbentuk pulsa square wave dengan level tegangan sekitar >4.5 V untuk HIGH dan <0.5 V untuk LOW (berdasarkan tabel spesifikasi). Artinya, pada kondisi tanpa aliran air, output akan tetap LOW atau menghasilkan pulsa sangat sedikit. Saat ada aliran, semakin besar laju aliran, semakin cepat rotor berputar, sehingga semakin banyak pulsa per detik yang keluar dari pin output. Rentang aliran yang dapat diukur adalah 10–300 L/menit dengan akurasi ±3%, dan tingkat duty cycle pulsa berkisar 50±10%. Sensor ini menggunakan tegangan kerja 5–18 V, tetapi operasi umum adalah 5V dengan konsumsi sekitar 15 mA, sehingga kompatibel untuk digunakan dengan mikrokontroler seperti Arduino.


Hall effect pada sensor flowmeter bekerja dengan memanfaatkan magnet kecil yang dipasang pada baling-baling atau impeller di dalam pipa; saat fluida mengalir, impeller berputar dan setiap putaran membawa magnet melewati elemen Hall di luar ruang aliran, sehingga medan magnet yang berubah-ubah menghasilkan pulsa tegangan Hall yang frekuensinya sebanding dengan kecepatan putaran impeller, dan dari frekuensi pulsa inilah laju aliran fluida dapat dihitung secara akurat tanpa kontak langsung antara rangkaian elektronik dan fluida.

Hall effect bekerja ketika arus listrik mengalir melalui suatu konduktor atau semikonduktor lalu dikenai medan magnet tegak lurus arah arus, sehingga gaya Lorentz mendorong elektron ke satu sisi bahan dan menimbulkan tegangan melintang yang disebut tegangan Hall; tegangan ini besarnya sebanding dengan kuat medan magnet sehingga dapat digunakan sebagai sinyal untuk mendeteksi posisi, kecepatan, atau arus listrik pada berbagai perangkat.

3.Relay



Relay adalah komponen yang berfungsi untuk mengalirkan arus listrik yang besar dengan menggunakan kendali listrik arus kecil. Relay memiliki fungsi sebagai saklar atau elektromagnetik switch yang mana dikendalikan oleh magnet listrik.

Konfigurasi pin relay:



Spesifikasi Relay:


4. Buzzer 5V

Buzzer berfungsi sebagai alarm. Buzzer aktif ketika sistem mendeteksi kondisi tidak normal, seperti:

  • Flow tidak terdeteksi saat pompa hidup

  • Arus pompa terlalu tinggi

  • Kesalahan pada sistem

Alarm memberi tanda bahaya agar pengguna segera melakukan pengecekan.



5. Sensor Arus ACS712 (20A/30A)

ACS712 adalah sensor arus berbasis efek Hall yang digunakan untuk mengukur arus AC maupun DC. Sensor ini bekerja dengan mendeteksi medan magnet yang dihasilkan oleh arus listrik yang mengalir pada konduktor, kemudian mengubahnya menjadi tegangan analog yang dapat dibaca oleh mikrokontroler.

Prinsip Kerja

Arus listrik yang mengalir melalui jalur tembaga (copper conduction path) pada sensor akan menghasilkan medan magnet. Medan magnet tersebut dideteksi oleh elemen Hall Effect, lalu diubah menjadi sinyal tegangan analog.

Ciri utama keluarannya:

  • Tegangan berada di sekitar Vcc/2 saat arus = 0 A

  • Arus positif dan negatif menyebabkan tegangan naik atau turun dari titik tengah tersebut

Karena itu, ACS712 dapat mengukur arus dua arah (bidirectional).


Daftar Pin-out Diagram dan Spesifikasinya

Spesifikasi Sensor ACS712
  • Rise Time Output: 5 μs
  • Bandwidth: Hingga 80 kHz
  • Total Kesalahan Output: 1,5% pada suhu kerja TA = 25°C
  • Tahanan Konduktor Internal: 1,2 mΩ
  • Tegangan Isolasi Minimum: 2,1 kVRMS antara pin 1-4 dan pin 5-8
  • Sensitivitas Output: 185 mV/A
  • Kemampuan Pengukuran Arus: Mampu mengukur arus AC atau DC hingga 30 A
  • Proporsionalitas Tegangan Output: Tegangan output berbanding lurus dengan arus input AC atau DC
  • Tegangan Kerja: 5 VDC

Untuk menghitung arus yang melewati sensor ini, digunakan rumus:

6. LCD 16x2

LCD 16×2 adalah modul tampilan berbasis Liquid Crystal Display yang mampu menampilkan 16 karakter per baris dan 2 baris teks, sehingga total dapat menampilkan 32 karakter. LCD ini sangat umum digunakan pada sistem mikrokontroler sebagai media penampil informasi seperti data sensor, status sistem, atau menu sederhana.

LCD 16x2 : Pin Konfigurasi, Fitur dan Prinsip Kerjanya

Fungsi LCD 16×2

LCD 16×2 berfungsi untuk:

  • Menampilkan teks dan angka

  • Menampilkan hasil pengukuran sensor

  • Menampilkan status kerja sistem

  • Menampilkan menu pengaturan sederhana

Struktur dan Komponen Utama

LCD 16×2 terdiri dari beberapa bagian penting, yaitu:

  1. Panel LCD: Menampilkan karakter menggunakan kristal cair

  2. Controller (HD44780): Mengatur tampilan karakter

  3. Backlight (LED): Memberi pencahayaan agar tampilan terlihat jelas

  4. Pin interface: Untuk komunikasi dengan mikrokontroler

Pin Diagram LCD 16x2
Pinout LCD 16x2 ditunjukkan di bawah ini.
  • Pin1 (Ground / Source Pin): Ini adalah pin tampilan GND, digunakan untuk menghubungkan terminal GND unit mikrokontroler atau sumber daya.
  • Pin2 (VCC / Source Pin): Ini adalah pin catu tegangan pada layar, digunakan untuk menghubungkan pin catu daya dari sumber listrik.
  • Pin3 (V0 / VEE / Control Pin): Pin ini mengatur perbedaan tampilan, yang digunakan untuk menghubungkan POT yang dapat diubah yang dapat memasok 0 hingga 5V.
  • Pin4 (Register Select / Control Pin): Pin ini berganti-ganti antara perintah atau data register, digunakan untuk menghubungkan pin unit mikrokontroler dan mendapatkan 0 atau 1 (0 = mode data, dan 1 = mode perintah).
  • Pin5 (Pin Baca / Tulis / Kontrol): Pin ini mengaktifkan tampilan di antara operasi baca atau tulis, dan terhubung ke pin unit mikrokontroler untuk mendapatkan 0 atau 1 (0 = Operasi Tulis, dan 1 = Operasi Baca).
  • Pin 6 (Mengaktifkan / Mengontrol Pin): Pin ini harus dipegang tinggi untuk menjalankan proses Baca / Tulis, dan terhubung ke unit mikrokontroler & terus-menerus dipegang tinggi.
  • Pin 7-14 (Pin Data): Pin ini digunakan untuk mengirim data ke layar. Pin ini terhubung dalam mode dua-kawat seperti mode 4-kawat dan mode 8-kawat. Dalam mode 4-kawat, hanya empat pin yang terhubung ke unit mikrokontroler seperti 0 hingga 3, sedangkan dalam mode 8-kawat, 8-pin terhubung ke unit mikrokontroler seperti 0 hingga 7.
  • Pin15 (+ve pin LED): Pin ini terhubung ke +5V
  • Pin 16 (-ve pin LED): Pin ini terhubung ke GND.
LCD 16x2 : Pin Konfigurasi, Fitur dan Prinsip Kerjanya
Fitur LCD 16x2
Fitur-fitur LCD ini terutama meliputi yang berikut.
  • Tegangan operasi LCD ini adalah 4.7V-5.3V
  • Ini termasuk dua baris di mana setiap baris dapat menghasilkan 16 karakter.
  • Pemanfaatan arus adalah 1mA tanpa backlight
  • Setiap karakter dapat dibangun dengan kotak 5 × 8 piksel
  • Huruf & angka LCD alfanumerik
  • Tampilan ini dapat bekerja pada dua mode seperti 4-bit & 8-bit
  • Ini dapat diperoleh dalam Backlight Biru & Hijau
  • Ini menampilkan beberapa karakter yang dibuat khusus

7. Pompa submersible mini

    Pompa air DC adalah pompa yang digerakkan oleh motor DC dan biasa digunakan untuk memindahkan atau mengalirkan air dari satu tempat ke tempat lain. Pompa ini umum dijumpai pada dispenser DIY, sistem penyiraman tanaman otomatis, kolam mini, dan akuarium. Pompa beroperasi menggunakan tegangan rendah — biasanya 5V, 6V, 9V, atau 12V — sehingga aman digunakan untuk proyek sistem elektronik berbasis mikrokontroler.

    Prinsip kerja pompa ini adalah memutar impeller dalam rumah pompa untuk menciptakan perbedaan tekanan, sehingga air terdorong keluar melalui saluran keluaran. Pompa DC banyak disukai karena konsumsi dayanya rendah, suara cukup halus, dan responsnya cepat. Namun, kapasitas debit air bervariasi tergantung spesifikasinya, mulai dari yang kecil (200–300 L/jam) hingga sedang.

    Dalam penggunaannya, pompa DC hampir selalu dikombinasikan dengan relay atau MOSFET untuk mengontrol ON/OFF dari mikrokontroler. Hal ini karena pompa membutuhkan arus lebih besar daripada yang dapat disuplai langsung oleh pin mikrokontroler. Pompa ini juga sering dilengkapi pipa silikon dan filter sederhana untuk menjaga aliran air tetap bersih.



8. Float Sensor 

Ada dua gaya yang bekerja pada kedua sisi katrol. Berat pelampung dan penyeimbang (pegas). Saat level naik, cairan membenamkan pelampung dan pelampung kehilangan sebagian beratnya. Sekarang kekuatan pegas. Ini menarik kabel dan mengangkat pelampung.

Setelah pelampung mencapai permukaan cairan, kedua gaya tersebut sama besar dan pelampung tetap berada di posisi tersebut. Saat permukaan menurun, pelampung mendapatkan kembali beratnya. Sekarang gaya pelampung bertambah. Ini menarik kabel dan menurunkannya terhadap penyeimbang. Setelah pelampung mencapai permukaan cairan, kedua gaya sama besar dan pelampung tetap berada di posisi tersebut.

Cara Kerja Float Level Detector
Cara Kerja Float Level Detector

Apabila pelampung naik dan turun, sesuai dengan perubahan level cairan, pita yang saling bertautan dengan pelampung, akan memutar katrol sproket, yang pada gilirannya, akan diaktifkan dengan pita berlubang.

Rotasi ini sesuai dengan gerakan pelampung ke atas atau ke bawah. Dengan demikian, setiap perubahan pada level cairan diubah menjadi perubahan sudut rotasi poros katrol sproket. Sudut rotasi katrol sproket ini ditransfer ke unit pemancar, yaitu alarm Microswitch, pneumatik, listrik, BCD digital, dll. Melalui unit kopling untuk transmisi data jarak jauh.

 4. Dasar Teori [kembali] 

1. Relay

    

Relay adalah Saklar (Switch) yang dioperasikan secara listrik dan merupakan komponen Electromechanical (Elektromekanikal) yang terdiri dari 2 bagian utama yakni Elektromagnet (Coil) dan Mekanikal (seperangkat Kontak Saklar/Switch). Relay menggunakan Prinsip Elektromagnetik untuk menggerakkan Kontak Saklar sehingga dengan arus listrik yang kecil (low power) dapat menghantarkan listrik yang bertegangan lebih tinggi. Sebagai contoh, dengan Relay yang menggunakan Elektromagnet 5V dan 50 mA mampu menggerakan Armature Relay (yang berfungsi sebagai saklarnya) untuk menghantarkan listrik 220V 2A.

 

Pada dasarnya, Relay terdiri dari 4 komponen dasar yaitu :

1.Electromagnet (Coil)

2.Armature

3.Switch Contact Point (Saklar)

4.Spring

Kontak Poin (Contact Point) Relay terdiri dari 2 jenis yaitu :

Normally Close (NC) yaitu kondisi awal sebelum diaktifkan akan selalu berada di posisi CLOSE (tertutup)

Normally Open (NO) yaitu kondisi awal sebelum diaktifkan akan selalu berada di posisi OPEN (terbuka)

    Sebuah Besi (Iron Core) yang dililit oleh sebuah kumparan Coil yang berfungsi untuk mengendalikan Besi tersebut. Apabila Kumparan Coil diberikan arus listrik, maka akan timbul gaya Elektromagnet yang kemudian menarik Armature untuk berpindah dari Posisi sebelumnya (NC) ke posisi baru (NO) sehingga menjadi Saklar yang dapat menghantarkan arus listrik di posisi barunya (NO). Posisi dimana Armature tersebut berada sebelumnya (NC) akan menjadi OPEN atau tidak terhubung. Pada saat tidak dialiri arus listrik, Armature akan kembali lagi ke posisi Awal (NC). Coil yang digunakan oleh Relay untuk menarik Contact Poin ke Posisi Close pada umumnya hanya membutuhkan arus listrik yang relatif kecil.

    Beberapa fungsi Relay yang telah umum diaplikasikan kedalam peralatan Elektronika diantaranya adalah :

1.Relay digunakan untuk menjalankan Fungsi Logika (Logic Function)

2.Relay digunakan untuk memberikan Fungsi penundaan waktu (Time Delay Function)

3.Relay digunakan untuk mengendalikan Sirkuit Tegangan tinggi dengan bantuan dari Signal Tegangan rendah.

4.Ada juga Relay yang berfungsi untuk melindungi Motor ataupun komponen lainnya dari kelebihan Tegangan ataupun hubung singkat (Short). 

2. Buzzer 

 Buzzer adalah sebuah komponen elektronika yang berfungsi untuk mengubah getaran listrik menjadi getaran suara. Pada dasarnya prinsip kerja buzzer hampir sama dengan loud speaker, jadi buzzer  juga terdiri dari kumparan yang terpasang pada diafragma dan kemudian kumparan tersebut dialiri arus sehingga menjadi elektromagnet, kumparan tadi akan tertarik ke dalam atau keluar, tergantung dari arah arus dan polaritas magnetnya, karena kumparan dipasang pada diafragma maka setiap gerakan kumparan akan menggerakkan diafragma secara bolak-balik sehingga membuat udara bergetar yang akan menghasilkan suara.

3. Sensor Flowmeter



Sensor flow meter YF-DN01 merupakan jenis turbine flow sensor yang digunakan untuk mengukur laju aliran fluida, khususnya air. Sensor ini banyak diaplikasikan pada sistem otomatisasi seperti dispenser air, pengukur konsumsi fluida, sistem irigasi otomatis, hingga monitoring debit air berbasis mikrokontroler ataupun IoT karena bentuknya sederhana, tahan lama, serta mudah diprogram.

1. Struktur Fisik Sensor

Sensor YF-DN01 umumnya terdiri dari tiga bagian utama:

  1. Housing / body sensor
    Terbuat dari plastik tahan air dengan ulir penghubung ke pipa atau selang. Diameter standar yang umum ditemui adalah DN10 atau DN20, disesuaikan dengan kebutuhan aliran.

  2. Rotor (impeller) dengan magnet
    Di dalam saluran sensor terdapat baling-baling kecil yang akan berputar ketika air mengalir. Pada salah satu bilah rotor tertanam magnet permanen kecil sebagai elemen pemicu sinyal.

  3. Sensor Hall Effect
    Dipasang di bagian atas ruang rotor. Ketika magnet pada baling-baling mendekati Hall sensor, medan magnet terdeteksi dan sensor menghasilkan sinyal pulsa.

2. Prinsip Kerja

Prinsip kerja YF-DN01 didasarkan pada hubungan antara kecepatan aliran fluida dan kecepatan rotasi baling-baling. Prosesnya sebagai berikut:

  • Ketika air mengalir melalui sensor, tekanan aliran akan memutar baling-baling.

  • Magnet pada bilah rotor ikut berputar dan melewati area deteksi sensor Hall.

  • Setiap kali magnet lewat, Hall sensor berubah keadaan (on/off) dan menghasilkan pulsa logika digital.

  • Jumlah pulsa yang dihitung per satuan waktu sebanding dengan debit aliran air.

  • Pulsa ini diteruskan ke mikrokontroler (seperti Arduino) untuk dihitung dan dikonversi menjadi satuan aliran, misalnya liter/menit.

Produsen umumnya memberikan persamaan kalibrasi, misalnya:

Q (L/min) = k × F

di mana:

  • Q = debit aliran (liter per menit),

  • F = frekuensi pulsa (Hz),

  • k = konstanta kalibrasi sensor (sekitar 0.25 sampai 7.5 tergantung model).

Selain debit, total volume dapat diketahui dengan menjumlahkan pulsa seiring waktu:

Volume (L) = jumlah pulsa ÷ pulsa per liter

3. Sinyal Keluaran dan Pengolahan Data

Sensor ini bekerja pada tegangan 5 V dan menghasilkan sinyal digital berbentuk gelombang kotak. Pulsa dihitung menggunakan:

  • Interrupt (interrupt-on-change) pada mikrokontroler

  • Counter timer untuk menghitung frekuensi

  • Perhitungan volume total dilakukan dengan mengintegrasikan debit terhadap waktu, misalnya:

Volume = ∫ debit dt
Dalam sistem digital sederhana, volume dihitung dari jumlah total pulsa dibagi faktor kalibrasi tertentu.

Grafik respons dari flowmeter:



4. Kelebihan dan Karakteristik

Sensor ini memiliki beberapa kelebihan:

  • Biaya murah dan mudah digunakan

  • Keluaran digital sederhana, tidak membutuhkan ADC

  • Akurasi cukup baik untuk aplikasi monitoring harian

  • Konsumsi daya rendah

  • Dapat digunakan untuk kontrol otomatis berbasis mikrokontroler

Namun karena struktur mekanik, sensor ini dapat mengalami penyimpangan akibat:

  • Busa atau udara dalam aliran

  • Kotoran yang menghambat rotor

  • Ketidakteraturan tekanan aliran

Sehingga pemeliharaan kebersihan saluran menjadi penting untuk menjaga keakuratan.

5. Percobaan [kembali]

    a) Prosedur [kembali]

  1. Untuk membuat rangkaian ini, pertama, siapkan semua alat dan bahan yang bersangkutan, di ambil dari library proteus
  2. Letakkan semua alat dan bahan sesuai dengan posisi dimana alat dan bahan terletak.
  3. Tepatkan posisi letak nya dengan gambar rangkaian
  4. Selanjutnya, hubungkan semua alat dan bahan menjadi suatu rangkaian yang utuh 
  5. Lalu mencoba menjalankan rangkaian , jika tidak terjadi error, maka motor akan bergerak yang berarti rangkaian bekerja

    b) Hardware [kembali]

    c) Rangkaian simulasi dan Prinsip Kerja [kembali]





Prinsip kerja :

Sistem penagihan air cerdas ini bekerja dengan mengintegrasikan sensor level air, sensor aliran, pompa air, dan mikrokontroler sebagai pusat kendali utama. Air disalurkan dari sumber menuju tangki penyimpanan dan kemudian ke instalasi rumah melalui pompa air. Di dalam tangki dipasang water level sensor yang berfungsi untuk mendeteksi kondisi ketinggian air, baik saat tangki kosong maupun saat penuh. Informasi level air ini dikirimkan ke mikrokontroler untuk mengatur kerja pompa secara otomatis. Ketika level air berada di bawah batas minimum, mikrokontroler akan menonaktifkan pompa untuk mencegah kerusakan akibat kondisi dry run, sedangkan saat tangki penuh pompa akan dimatikan untuk menghindari luapan air.

Selama air digunakan oleh penghuni rumah, aliran air melewati sensor flow yang akan mendeteksi jumlah debit dan volume air yang mengalir. Sensor ini menghasilkan pulsa yang sebanding dengan laju aliran air, kemudian diproses oleh mikrokontroler untuk menghitung total pemakaian air dalam satuan liter. Data pemakaian tersebut diolah secara kontinu sehingga sistem dapat mengetahui konsumsi air secara real-time dan akumulatif.

Berdasarkan volume air yang terukur, mikrokontroler menghitung biaya pemakaian air dengan mengalikan jumlah liter air yang digunakan dengan tarif yang telah ditentukan. Informasi pemakaian air dan total tagihan ditampilkan pada layar LCD sehingga pengguna dapat memantau konsumsi air dan biaya yang harus dibayarkan secara langsung. Dengan adanya sistem ini, proses pencatatan pemakaian air menjadi lebih akurat, transparan, dan efisien tanpa perlu pencatatan manual.


    d) Video Demo [kembali]




6. Download File [kembali]
  • Download File Rangkaian [klik]
  • Download Water Sesor [klik]
  • Download TDS Sensor [klik]
  • Download GAS Sensor [klik]
  • Download PH Sensor [klik]
  • Download Turbidity Sensor [klik]
  • Download Datasheet Resistor [klik]
  • Download Datasheet Transistor NPN [klik]
  • Download Datasheet Opamp 741 [klik]
  • Download Datasheet Potensiometer [klik]
  • Download Datasheet Dioda [klik]
  • Download Datasheet Relay [klik]
  • Download Datasheet Motor DC [klik]
  • Download Datasheet Baterai [klik]
  • Download Datasheet IR Sensor [klik]
  • Download Datasheet Touch Sensor [klik]
  • Download Datasheet Infrared Sensor [klik]
  • Download Datasheet Vibration Sensor [klik]
  • Download Datasheet LDR [klik]



No comments:

Post a Comment

  BAHAN PRESENTASI UNTUK MATA KULIAH SISTEM DIGITAL 2025 OLEH: Nama: Luthfiani Afifah Nim: 2310952063 Dosen Pengampu:  Darwison, M.T Referen...